Gempa dan tsunami yang mengguncang Jepang, memang membuat warga Kota Padang tergidik. Bagaimana tidak? Sebanyak 1 juta warga Padang berada di zona merah. “Sudah waktunya pemerintah harus fokus bencana. Jangan selalu reaktif dan terdiam. terlebih lagi tidak berfungsinya alat pendeteksi gempa dan tsunami,” lontar Wapemred Padang Ekspres Heri Sugiarto kepada Pemred Padang TV, Vinna Melwanti dalam diskusi Dapur Redaksi, Sabtu (19/3).
Peristiwa di negara matahari terbit itu memang dahsyat. Tsunami setinggi 10 meter membuat jutaan rumah dan ribuan infrastruktur hancur dan Jepang lumpuh total. Padahal negara ini yang paling siap dalam menghadapi segala kemungkinan bencana, baik gempa maupun tsunami. Lalu bagaimana dengan daerah kita yang juga masuk dalam jajararan rawan bencana? Seberapa siapkah kita?
“Sangat belum siap. Bahkan tak hanya yang akan kita kerjakan, pekerjaan rumah sebelumnya banyak yang tak selesai. Bukan saja jalur evakuasi by pass yang digadang gadangkan masih terkatung, bangunan yang tak ramah gempa, hingga kurikulum pendidikan gempa yang juga tak kunjung selesai,” sambar Pemred Posmetro Padang, Sulaiman Tanjung menjawab pertanyaan.
Jika dibandingkan dengan kesiapan. Kita memang jauh. Jauh sekali. Namun yang pasti infrastruktur, perhatian pemerintah dan kesadaran warganya, harus segera diprioritaskan. “Kita pun harus mengevaluasi zona shelter yang saat ini dibangun. Karena bisa saja, zona itu berubah jika dilihat dari kekuatan 25 KM Jepang. Selain itu simulasi dan kegiatan pemantapan prilaku masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadi gempa dan tsunami, tambah Heri.
Disisi lain, Vinna juga mengupas bagaimana media menjadi dua sisi mata uang yang dilema dalam memberikan informasi bencana. Apalagi memberitakan isu yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Menjadi kabar penakut, atau memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat.
“Kita mengolah isu menjadi suatu yang bermanfaat. Masyarakat harus diberikan fakta informasi. Dan juga media harus memberikan ruang informasi dan tips tentang menghadapi bencana. Tentunya mendorong pemerintah agar konsen terhadap pembangunan yang berwawasan mitigasi,” urai Tanjung.
Semoga saja, kita belajar tak hanya selalu berada dalam tataran konsep. Pembelajaran Aceh, Jogya dan Mentawai serta Jepang ini makin membuat Sumbar naik kelas dalam hal kesiapan mitigasi. Saksikan Program dapur redaksi yang ditayangkan setiap Sabtu pukul 20.00 WIB ini mengupas berita yang diangkat dalam seminggu, di Harian Pagi Padang Ekspres dan Posmetro Padang. Saksikan hanya di Padang TV. (vin)
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal






