Kembali aku merajut imaji
menepis nyata dan menyulam mimpi
Memupuk harap akan suatu yg tak pasti
Tapi entah mengapa aku menikmati
perih nya penantian di ujung hari yg semakin tak pasti
Semakin lama asa ini semakin enggan bicara.
Dia menyerah pada kehendak mimpi dan imaji.
Dia bertekuk lutut pada perih dan sepi yg tak henti mewarnai
Asa itu semakin membisu dan mulai pergi………jauh melayang
Meninggalkan aku sendiri…
Membisu bersama asa………
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal






