Seks dan Politik

Dangdut1Dua kata itu sepertinya (memang) tak bisa dipisahkan. Bukan saja dilirik dari hebohnya Al Amin dengan skandal perempuan—sebagai bonus atas dirinya yang sukses sebagai calo DPR—, atau Maria Eva-Yahya Zaini dalam video Hp yang berdurasi sekian menit, atau pula foto syuur Max Muin dengan sekretarisnya.

Tapi di masa-masa pilkada ini, seks dan politik lagi tren. Berbagai kampanye yang diadakan sang calon, berani membayar sang biduan dangdut tampil hot merebut massa. Tak peduli ada masyarakat kecil (yang benar-benar anak-anak kecil) menonton kelihaian penyanyi meliukan badan dengan pakaian ala kadarnya, bahkan mirip striptis.
Miris sekali. Di saat pemerintah sedang menggalakan pembasmian maksiat di daerah sudut kota sekalipun, ini malah pornoaksi terang-terangan dipertontonkan di arena bebas publik. Menyedihkannya lagi, ada calon seperti backgroundnya diusung oleh partai Islam. Aduh…Skali lagi miris. Pornoaksi hanya jadi alat untuk mendatangkan massa. Mau dibawa kemana moral bangsa, jika ternyata hanya suara jadi alasan, namun melupakan substansi tujuan menjadi pemimpin yang tauladan masyarakat.

Sekali lagi, seks politik sudah susah dipisahkan. Kalau dulu hukum n politik ibarat telur dan ayam—yang mana yang lebih muncul lebih dulu, susah ditebak—Sekarang mungkin seks politik, ibarat bumbu pelengkap. Sama-sama pelengkap untuk menghancurkan moral bangsa.

Iklan

9 Komentar

  1. Wah wah wah… itu mah sedikit dari kasus yang mencuat.. memang sudah budayanya…. politik dan seks berdekatan dan bersentuhan……… thanks..

  2. Turut prihatin, hanya mengelus dada yg saya bisa, kata-kata sudah habis rasanya, orang-orang yang seharusnya jadi panutan anak bangsa ini justru menjadi pelakunya… AAN, Max Muin, Azirwan, Yahya Z, entah siapa lagi esok hari menyusul… Untuk pertunjukan yg mempertontonkan pornoaksi, saya cuma bisa menghimbau agar kita melindungi diri, keluarga dan lingkungan sekitar, lebih jauh berat rasanya…Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yg kecil dan mulai sekarang !!

  3. hidup erotis (bagi yang berminat–hubungi si erotis)…bagi yang menolak jangan coba2 deh…tapi jangan masang wajah culun, pura2 nggak mau tapi nafsu.. (emang godaannya makin hari makin besar).Makanya jangan punya suami2, pacar atau apa2 hati2 loh…nantinya si suami terpikat gadis erotis…hahahaha….

  4. heheh… gambarnya top abis…

  5. Onde mande….. makin rusak aja Bangsa ini, pembalakan liar, nelayan asing yg seenaknya mancing di laut indonesia, Namru-2, ehhh korupsi merajaja lele… dah gtu pake ada perempuan nya segala buat bargening. rusak-rusak…..
    anggota dewan yang “terhormat” seharus nya jadi panutan bukan sumber cacian (caciaan deh loe). makanya besok kan dah mulei kampanye tuuuh selama 9 bulan ampe 9 april (eneq-eneq dah).ALEG yg baik di lihat dari perekrutannya bukan yg banyak duit dan terkenal aja. Pilih partai yang bisa ditanyakan pertanggung jawabannya. tapi PLIZZZ jangan kapok buat milih, karena PEMILU menentukan masa depan bangsa. Biarlah Politisi2 rusak yg ada sekarang kita soroti bersama. kedepan sekali lagi Pilih yg ber akhlak dan Partai yg BERSIH PEDULI SERTA PROFESIONAL. chayoooooo Uni Pien

  6. terserahlah bangsa ini mau jadi apa. aku juga g bisa banyak kasih komentar. sesekali aku juga suka yg kayak gituan. tapi, klo artisnya dari organ tunggal sih aku g suka. lebih enak itu yg di undang, julia perez atau yg dari luar, selevel asia carera lah… he..he.. (HANCUR INDONESIA…..)

  7. itu photo di jepret dimana buk.. kayaknya mantap kali..

  8. SEX+POLITIC
    Mana yang lahir duluan ya?

    SEX yang di POLITISIR untuk kepentingan POLITIK?

    OKNUM POLITIK yang memanfaatkan kekuatan POLITIK nya untuk mendapatkan SEX

    atau OKNUM POLITIC yang sengaja mempunyai sambilan sebagai penyalur PSK

    atau PSK yang terjun dalam kancah POLITIK dengan mendompleng sebagian orang ternama untuk mendongkrak popularitasnya?

    ===============
    Pien: Semuanya ibarat garam tanpa sayur bagi sang politikus.

  9. okey booooo…. sexi abizzzzz…………………!!!! maju troooos dangdut.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s