Menggemparkan Gempa

Media menjadi dua sisi mata uang yang dilema dalam memberikan informasi bencana. Apalagi memberitakan isu yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Menjadi kabar penakut, atau memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat.

“Kita mengolah isu menjadi suatu yang bermanfaat. Masyarakat harus diberikan fakta informasi, sehingga menepis isu, bukan sekadar termakan fenomena alam ataupun ramalan semata,” lontar Wapemred Nasrian Bahzein dalam diskusi di dapur redaksi menjawab pertanyaan Pemred Padang TV, Vinna Melwanti.

Bersama Wapemred Posmetro Padang, Hendra Efison, pemberitaan isu terjadinya bencana dengan kekuatan dahsyat memang menjadi liputan andalan. Apalagi masyarakat haus akan informasi kebenaran, sementara pemerintah sampai saat ini selalu terkesan reaktif dalam menghadapi penanganan bencana, sejak tahun 2005. “Harus ada satu sumber informasi. Pemerintah pun juga harus satu koordinasi dengan berbagai pihak, baik ahli, LSM maupun tokoh ulama,” sambung Rian.

Masyarakat pun harus cerdas dalam menghadapi isu. Apalagi sudah bukan hal yang baru, isu itu beredar melalui via SMS pasca tsunami Aceh, Pangandaran dan gempa Nias, warga memilih mengungsi besar-besaran ke tempat yang lebih tinggi.

Bahkan, himbauan Gubernur Sumbar, dalam jumpa pers yang digelar digubernuran, seolah tak mampu meredam isu yang menyebar luas di masyarakat. Tetap saja warga di zona merah memilih mengungsi, demi menyelamatkan diri dan keluarga.

“Namun terlepas dari isu tersebut, pemerintah seharusnya terus melakukan langkah-langkah mitigasi. Di kota Padang sendiri, jalur Alai-By Pass, yang digadang-gadang mampu menjadi jalur alternatif evakuasi jika terjadi tsunami, hingga kini masih terkatung-katung,” kata Soni Alis panggilan akrab Hendra Efison.

Proses pengerjaan terhambat, karena terkendala pembebasan lahan. Sementara itu jalur evakuasi di kawasan Kurao Pagang juga bernasib sama, belum kunjung selesai, karena tersandung persoalan hukum, akibat pembebasan lahan. “Belum lagi dana bantuan gempa tahun 2007 dan 2009 yang disunat dengan dalih administrasi oleh fasilitator. Jangan dibuat ini sebagai proyek, kasian masyarakat,” sambung Rian.

Program dapur redaksi yang ditayangkan setiap Sabtu pukul 20.00 WIB ini mengupas berita yang diangkat dalam seminggu, di Harian Pagi Padang Ekspres dan Posmetro Padang. Saksikan hanya di Padang TV. (vin)

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s