Padang TV Makin Manjulang

Empat tahun sudah usia Padang TV.  Berbagai  aral yang menyapa, membuat usia yang dini ini menjadi matang. Bagaimana tidak, pasca gempa yang sempat membuat perekonomian Sumbar tergoncang dan berdampak omset perusahaan, bisa teratasi. Orientasi sosial pun makin kita hadirkan dalam bentuk program-program sosial, agamais dan menghibur.

Tetap memberikan informasi dalam kondisi apapun, memang menjadi salah satu prinsip Padang TV. Begitupun dalam kondisi pasca gempa. Meski dalam kondisi emergensy, Padang TV tetap siaran dan menyuguhkan informasi tanpa henti.

Usia ini pun menjadi ajang refleksi bagi tivi kita. Kita akui memang masih belum sempurna. Baik dari sisi pelayanan, kualitas gambar, kualitas audio dan penyajian informasi. Itu semua akan menjadi perhatian kita dalam melakukan pembenahan menuju kualitas.

Dimomen 4 tahun ini, selain tetap mengusung konten lokal, kami fokus kepada edukasi. Memberikan program pencerahan dan  mengarah makin intelektual. Selain itu, kami akui keinginan pemirsa yang menginginkan Padang TV hadir di semua daerah, karena itu kami akan terus mempelebarkan jangkauan.

Kedepannya, dengan semangat inovasi dan kreativitas, kami terus hadir memanjakan keinginan pemirsa. Selain membuat survei pemirsa secara rutin, rating program akan terus kita tingkatkan. “Kami tetap komit untuk terus menciptakan program-program yang inovatif, cerdas, tajam dan menjadi trendsetter di industri pertelevisian lokal. Dan tentunya dengan conten lokal yang menjadi kebanggaan bersama warga Sumbar,” ungkap GM Padang TV, Rita Gusveniza didampingi Pemred Padang TV Vinna Melwanti.

Terakhir kami mengucapkan terimakasih kepada para pihak. Dan tentunya kepada semua kru Padang TV yang dengan semangat muda, kekompakan dan semangat kekeluargaan, Padang TV bisa terus berada menjadi media di tengah masyarakat. Padang TV, makin Manjulang!(vin)

Menakar Sumbar 2011

Menengok kembali perjalanan Sumbar satu tahun terakhir. Setidaknya ada dua aspek yang bisa dipotret. Pertama, dalam potret peristiwa. Kedua, Sumbar dalam potret angka-angka pembangunan.
Di awal 2010, Sumbar masih berbenah pasca gempa 30 September 2009. Pemulihan mental korban, perbaikan infrastruktur, dan menggiatkan kembali aktivitas ekonomi sembari menarik investor agar tak beralih.

“Bagaimana media memandang usaha Pemerintah dalam melakukan recovery terhadap hal ini?” tanya Pemred Vinna Melwanti kepada Pemred Posmetro Padang Sulaiman Tanjung dalam Dapur Redaksi di Padang TV, Sabtu (8/1) pukul 20.00 WIB.

Meski memberi apresiasi, sebab dari data BPS menyatakan, pertumbuhan paling tinggi terjadi pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang tercatat sebesar 6,66 persen. Ini boleh dikatakan Sumbar termasuk daerah yang relatif cepat bangkit pasca bencana. “Namun yang kita lihat adalah daya serap terhadap anggaran yang kurang,” katanya.

Sementara Wapemred Padang Ekspres Nashrian Bahzein juga mengingatkan pada medio 2010, tepatnya 7 Mei, berlangsung pilkada serentak terbesar di Indonesia. Sebanyak 13 daerah dari 18 kabupaten/kota menghelat pemilihan kepala daerahnya. “Media pun mencatat terjadi suhu politik yang panas, meskipun akhirnya kita menjadi pionir penyelenggaraan pilkada yang aman,” sambung Pemred Padang Today, Reviandi Iwan Syahputra yang akrab disapa Gope.

Hingganya perjalanan Sumbar 2010 boleh dikatakan tidak ringan. Bencana alam beruntun disertai prediksi gempa susulan telah mempengaruhi psikologi masyarakat. Hal ini menjadi poin penting dalam menyongsong tahun 2011. “Sekali lagi, perlu sinergi. Sinergi yang muncul dari kesadaran utuh dalam menjalankan peran masing-masing, mulai dari pemerintah, masyarakat, sampai perantau. Ini menjadi kunci Sumbar menyongsong 2011,” tukuk Vinna Melwanti menyimpulkan.  (vin)

 

Menggemparkan Gempa

Media menjadi dua sisi mata uang yang dilema dalam memberikan informasi bencana. Apalagi memberitakan isu yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Menjadi kabar penakut, atau memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat.

“Kita mengolah isu menjadi suatu yang bermanfaat. Masyarakat harus diberikan fakta informasi, sehingga menepis isu, bukan sekadar termakan fenomena alam ataupun ramalan semata,” lontar Wapemred Nasrian Bahzein dalam diskusi di dapur redaksi menjawab pertanyaan Pemred Padang TV, Vinna Melwanti.

Bersama Wapemred Posmetro Padang, Hendra Efison, pemberitaan isu terjadinya bencana dengan kekuatan dahsyat memang menjadi liputan andalan. Apalagi masyarakat haus akan informasi kebenaran, sementara pemerintah sampai saat ini selalu terkesan reaktif dalam menghadapi penanganan bencana, sejak tahun 2005. “Harus ada satu sumber informasi. Pemerintah pun juga harus satu koordinasi dengan berbagai pihak, baik ahli, LSM maupun tokoh ulama,” sambung Rian.

Masyarakat pun harus cerdas dalam menghadapi isu. Apalagi sudah bukan hal yang baru, isu itu beredar melalui via SMS pasca tsunami Aceh, Pangandaran dan gempa Nias, warga memilih mengungsi besar-besaran ke tempat yang lebih tinggi.

Bahkan, himbauan Gubernur Sumbar, dalam jumpa pers yang digelar digubernuran, seolah tak mampu meredam isu yang menyebar luas di masyarakat. Tetap saja warga di zona merah memilih mengungsi, demi menyelamatkan diri dan keluarga.

“Namun terlepas dari isu tersebut, pemerintah seharusnya terus melakukan langkah-langkah mitigasi. Di kota Padang sendiri, jalur Alai-By Pass, yang digadang-gadang mampu menjadi jalur alternatif evakuasi jika terjadi tsunami, hingga kini masih terkatung-katung,” kata Soni Alis panggilan akrab Hendra Efison.

Proses pengerjaan terhambat, karena terkendala pembebasan lahan. Sementara itu jalur evakuasi di kawasan Kurao Pagang juga bernasib sama, belum kunjung selesai, karena tersandung persoalan hukum, akibat pembebasan lahan. “Belum lagi dana bantuan gempa tahun 2007 dan 2009 yang disunat dengan dalih administrasi oleh fasilitator. Jangan dibuat ini sebagai proyek, kasian masyarakat,” sambung Rian.

Program dapur redaksi yang ditayangkan setiap Sabtu pukul 20.00 WIB ini mengupas berita yang diangkat dalam seminggu, di Harian Pagi Padang Ekspres dan Posmetro Padang. Saksikan hanya di Padang TV. (vin)

Mau Dibawa Kemana Penanganan Bencana?

WAJAH Nasrian Bahzein dan Hendra Efison tampak serius berdiskusi di sudut ruangan redaksi. Keduanya semangat membahas managemen penanganan bencana yang kacau. Apalagi pemerintah seharusnya lebih belajar terhadap kesalahan koordinasi yang terjadi selama 5 tahun ini.

“Kesalahan pendataan, bantuan, bahkan publikasi selalu menjadi hal yang berulang. Anggaran pemerintah tak hanya tak pro bencana, namun daya serapnya pun memiriskan. Ada yang sepakat dengan saya?,” nimbrung Pemred Padang TV Vinna Melwanti dalam diskusi duo Wapemred Padang Ekspres dan Posmetro Padang itu.

Diskusi dalam dapur redaksi memang menjadi bagian penting dalam penyuguhan berita. Pengawalan serta penyuguhan data up to date menjadi hal yang tak bisa ditawar. Namun yang paling penting ialah solusi yang diberikan kepada pemerintah terhadap permasalahan bencana yang semakin akrab di ranah ini.

“Seharusnya pemerintah lebih transparasi memberikan keadaan yang sebenarnya kepada masyarakat. Sudah waktunya memperluas akses informasi, harus ada sms center, web center, lembaga pustaka hingga pusat pelatihan,” celetuk Hendra Efison sambil menyeruput kopi di atas meja.

Nasrian pun menyoal anggaran pusat yang besar seharusnya bisa diserap pemerintah daerah lebih maksimal. Implementasinya pun jangan hanya sebatas ceremony semata. “Kalaupun ada hanya simulasi ataupun seminar. Kita perlu lebih dari itu. Pelatihan dan SDM mitigasi personil yang minim harus segera ditingkatkan,” sambung Rian, panggilan akrab Nasrian.

Anggaran memang menjadi hal yang vital dalam managemen tanggap bencana. Terlebih ditemukan beberapa anggaran APBN yang hanya diserap 0 koma sekian persen saja. Bahkan ternyata ditemukan adanya program sistem komunikasi di kepulauan Mentawai sebesar Rp350 miliar dalam dana APBN Tahun 2009, yang hingga akhir tahun 2010 ini belum dikerjakan.

“Kita pun sepakat, bahwa media kini harus cerdas dalam memberitakan peristiwa bencana. Sudah saatnya, media tak memberikan pemberitaan kulit-kulitnya saja. Sehingga para wartawan kedepan, diberikan pelatihan mitagasi bencana dalam ,” tukuk Vinna mengakhiri diskusi.

Program dapur redaksi yang ditayangkan setiap Sabtu pukul 20.00 WIB ini mengupas berita yang diangkat dalam seminggu, di Harian Pagi Padang Ekspres dan Posmetro Padang. Saksikan hanya di Padang TV. (vin)

Padang TV Peduli

 Terjangan tsunami yang menyapu bumi sikerai 25 Oktober malam, menghentakan jiwa. Duka sepertinya terus menyelimuti Sumbar. Padang TV sebagai salah satu media di Sumbar terpanggil membantu sesama dengan membuka rekening peduli.

Bekerjasama dengan berbagai pihak, salahsatunya BNI, Padang TV membantu mengirimkan bantuan berupa logistik, diesel, tenda, tabung penampung air bersih, obat medis dan pakaian untuk korban Mentawai.

Bantuan pun diberikan secara berkala. Bantuan tahap satu dikirim melalui Kapal milik Asosiasi Kapal Pesiar Sumatera Barat. Sementara bantuan kedua melalui kapal sewaan PSKP Santo Yusuf. “Hal ini semata-mata beranjak dari rasa peduli terhadap sesama,” ujar GM Padang TV, Rita Gusveniza.

Sementara pola distribusi yang dilakukan pun dengan cara terkoordinasi. “Kita meminta bantuan Basarnas, Pol Airud, PMI serta marinir dalam mengawal bantuan ini. Sehingga diharapkan bantuan ini tepat sasaran,” sambung Ass Manager Produksi Tandri Eka Putra di sela sela kesibukannya mendata bantuan.

Program peduli ini dirasa perlu seiring minimnya bantuan yang diterima korban tsunami yang tersebar dengan lokasi yang berjauhan. “Apalagi di 55 dusun yang ada hanya sekitar 20 dusun yang baru terjangkau dan diberikan bantuan,” ungkap Ericka Marta, wartawan Padang TV yang meliput di lokasi bencana sehari setelah bencana terjadi.

Selain membuka posko bantuan peduli Mentawai dengan bekerjasama Riau Pos Grup, Paddang TV membuka Rekening BNI berbagi dengan No 01.56537821 atas nama PT Padang Media Televisi. Bagi masyarakat yang ingin mentalurkan bantuannya bisa mengirimkannya melalui media tersebut. Padang TV

Konser Amal
Sementara itu, Padang TV juga menggelar konser amal dalam event yang digelar Minggu (31/10) di lapangan Imam Bonjol. Konser amal untuk bantuan korban tsunami ini diisi dengan berbagai acara, seperti kontes dangdut dan juga lomba fashion anak.
”Acara yang disponsori Hayati ini juga akan disumbangkan kepada korban Mentawai,” ujar Manager Marketing Darmendra di lokasi.

Even yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga 18.00 ini juga bermaksud untuk memberi apresiasi kepada para pemusik dangdut di Sumbar yang belum mendapatkan wadah dalam menampilkan bakat mereka. Antusias pun terlihat dari peserta yang mendaftar sebanyak 35 orang.

Sementara sebelumnya, Padang TV juga menggelar lomba mewarnai tingkat TK yang diikuti oleh 9 TK di Kota Padang di Lapangan Imam Bonjol Padang, Sabtu (30/10). Dari 36 peserta, tampil sebagai pemenang Nisa TK Semen Padang juara 1. Disusul Hanif Rahmah Juara II dari TK permata Ibu serta Deni Ela Utami TK Negri Pembina. Padang TV Peduli, Padang TV Maju Bersama. (vin)

Bertabur Program Religi di Padang TV

Ramadhan yang sudah diambang pintu, akan kita sambut dengan suka cita. Hingga tak salah, Padang TV menyiapkan program unggulan untuk menemani para pemirsa melewati bulan penuh berkah 1431 H ini.

Tak hanya program relegius bernuansa lokal yang telah dirancang semenjak beberapa bulan lalu, kami akan hadir menyapa pemirsa setia Padang TV¸ lebih awal. “Selain itu ada program kepedulian terhadap fakir miskin, dhuafa yang akan dipersembahkan oleh Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kota Padang serta PKPU,” ungkap Manager Program Hendri Sulaiman.

Berbagai program seperti Rasaki Sahur, Rasaki Jalang Babuko, Hikmah Ramadhan, Tadarus, Intisari Kaji, Indahnya Kebersamaan, Drama Permata Nurani Islam, Safari Ramadhan dan Mata Hati. “Tak ketinggalan. Ulah kocak Yung Kandua dalam program Babuko Perai yang ditayangkan sesaat setelah buka puasa,” sambung Pemimpin Redaksi, Vinna Melwanti.

Ya, program Babuko Perai ini selain mendatangi berbagai menu khas penganan buka puasa juga akan mengajak pemirsa yang beruntung, untuk ikut bergabung dan makan perai bersama sang presenter.

Taburan hadiah pun juga akan menanti pemirsa. Seperti menemani waktu sahur. Tak hanya aksi kocak para presenter kondang Padang TV, namun juga berbagai hadiah akan dihadirkan untuk pemirsa dalam telefon interaktif. ”Tak ketinggalan bisa kirim-kirim salam juga,” seloroh Ujang D kirai.

Khusus di bulan ramadhan, memang dirasakan kru akan lebih berat. Karena jadwal siaran yang semakin padat. Apalagi akan mulai tayang dari pukul 02.00 WIB pagi. Namun, indahnya kebersamaan di bulan yang penuh berkah dan maghirah ini akan menghapus semuanya. Mari sama-sama kita raih kemenangan yang Hakiki. Padang TV, Maju Bersama. (vin)

Hadirkan Live Even Debat Kandidat Cawagub..

Komit sebagai TV saluran Pilkada, Padang TV menggelar acara debat kandidat Calon Wakil Gubernur Sumbar 2010 secara live, Rabu (14/6). Acara yang dihelat di Gedung Theater Taman Budaya Padang itu dikemas secara apik dengan konsep program unggulan Alek Demokrasi.

Dipandu master komunikasi Yuliandre Darwis, acara debat ini diwarnai dengan siraman pertanyaan tiga panelis yang ahli dibidangnya. Diantaranya, tokoh pers St Zaili Asril, pengamat Hukum Tata Negara Dr Asrinaldi serta Meiliarni Rusli pengamat sosial, agama dan budaya.

Ketiganya akan menggali pengetahuan dan juga komitmen para kandidat yakni Drs Husni Hadi SH, Drs H Aristo Munandar, Drs H Muslim Kasim Akt MM, Drs Asrul Syukur MM dan Drs Yohanes Dahlan Msi dibidang birokrasi. Masing-masing akan diminta pandangan terhadap tupoksi Wakil Gubernur dari berbagai sudut pandang ketiga panelis.

”Melalui tema ’Sinergistas birokrasi 2015’, kita akan melihat cara apa yg dipakai para wakil bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan secara maksimal. Tak hanya itu, dalam debat tersebut juga akan tergambar bagaimana tupoksi kerja para kandidat dalam memimpin staf dan pamong yang merupakan ujung tombak,” ungkap Pemred Padang TV, Vinna Melwanti usai kerjasama dengan KPU Sumbar, di KPU.

Acara selama 90 menit ini akan dihadiri semua unsur Muspida Sumbar dan Padang serta Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar. Seluruh Ketua KPU se kabupaten dan kota, serta Ketua Panwaslu. “Kami juga mengundang 25 tim kampanye dari masing-masing kandidat. Dimana kehadirannya akan digariskan dalam tata tertib yang sudah disepakati,” tambah anggota KPU Sumbar, Mufti Syarfie yang juga Koordinator acara Debat Kandidat.

Ditambahkan Mufti, debat kandidat secara live ini memang menjadi kebutuhan sosialisasi Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur yang diamanatkan KPU dalam UU No 22 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan pemilihan umum. Sehingga, Padang TV sebagai salah satu TV lokal dianggap kredibel untuk menggelar acara tersebut.

Harapan tersebut tentu saja disambut oleh tim Padang TV. Atas arahan General Manager Padang TV, Rita Gusveniza sebagai penanggungjawab, duo produser asal Jambi, Triyuliastuti dan Aries Purnomo digandeng menjadi produser on air dan off air. ”Kita hadirkan tiga segmen dalam acara ini. Para kandidat tak lagi menceritakan visi misi, namun mereka diminta pendapat terhadap persoalan Sumbar yang kita hadirkan dalam filler dilayar white screen di panggung,” tukas Wakil Pemred, Defri Mulyadi. Penasaran dengan acara debat kandidat Cawagub, saksikan saja secara live hanya di Padang TV. Maju Bersama. (vin)