5 Menit Lewat Tengah Malam

5 Menit lewat Tengah Malam

Ragaku Letih

Otakku Lelah

Jiwaku Melayang

Mataku Menerawang

 

5 Menit Lewat Tengah Malam

Kutersentak Sadar

Jiwa Ini Terombang ambing

Oleh Harap yang Tak Pasti

 

5 Menit Lewat Tengah Malam

Moga ini ilusi demam

Moga Hanya Mimpi

Dan Segera Terlepas rasa ini

Iklan

Maling oh Maling..

memory laptop peneman kerja

memory laptop peneman kerja

Masih belum ilang nieh kesel waktu nulis post ini. Tentu aja udah bisa nebak, dari judulnya. Yup. Maling. Gak kira-kira tuh maling, semua barang berharga (dari data n juga harganya pun) digondol semua. Maklum lah kalo gw kelabakan, selain semua barang yang worth bagi gw, pengeluaran gw padat di Desember, data smua hilang dan belum lagi trauma disisakan.

Kejadiannya tiga hari lalu, Selasa 21 Des 2010 praduga sekitar jam 04.00 mpe jam 05.00 pagi di RUMAH GUE. Ketahuaanya pas gw bangun jam 10.00 (ya secara gw tidur jam 4 gt) pas di cek ternyata laptop gak ada.

Setelah di telusuri n dicari, akhirnya gw sadar kalo HP and BB gw juga ga ada. Penderitaan gak berhenti disitu, dicek lagi ternyata jam kesayangan gw, Alexander Cristy (belinya pun nabung, itu pun pas ngelirik di toko jam salah satu mall di Jakarta-tragis) gak ada.

N gilanya lagi, smua barang itu berada di kamar alias tempat tidur gw. Dan tuh maling biadap masuk ke kamar. Sekali lagi, dia masuk kamar, ngambil barang yang ada d muka gw. Asli, gak kebayang kalo gw kebangun, pas mukanya yang kaya setan itu sempet gw liat. (gak mau membayangkan.. Huft)

Sontak paginya gw lemes. Mau nelpon siapa, nomor satupun g ingat. Pas gw periksa, ternyata tuh maling masuk lewat pintu utama.  Kaca depan (nako) dibuka n ngebuka kunci pintu yang masih nempel di gagangnya.. (Gila, dah diintai sejak lama)

Beberapa jam kemudian, temen kantor pada dateng. Mereka saran n anterin lapor ke Polisi. 4 The 1st time gw lapor keilangan dan juga jadi subyek di polisi. (yang biasanya mangkal di kriminal buat bikin berita, dan sekarang jd konsumsi berita)

4 the 1st time juga gw biasanya mewancara sekarang diwawancara. N 4 the first time lagi, gw muncul di koran n di TV also portal online dengan judul yang bikin nunduk kepala. “Pemred Padang TV Kemalingan”… 😦

Pas diitung emang jelas gw rugi (mana ada yang kemalingan gak merugi).  Jika ditotal semuanya Rp15 juta. Tapi itu belum seberapa dengan smua data yang ada. Itu laptop (si putih byon) isinya data”, proposal, Mou, dokumen gw semenjak kerja di Padek dan Padang TV dan juga data pribadi dari kuliah.

memory laptop, HP N97 dan juga kucing ku yang ikut Hilang

memory laptop, HP N97 dan juga kucing ku yang ikut Hilang

Belum lagi HP n BB yang isi kontak person relasi smua d sana. Asli smua networking yang dah dibangun, hilang smua. Suks… T___T

Dan sekarang yang bikin trauma adalah, setiap malam gw gak bisa tidur. Gimana gak, gw yang tinggal sendiri masih ngebayangin tuh maling bisa dengan tenangnya masuk kamar n ngegasak semua barang”.  Asli gak tenang.

Namun dr semua hal berat itu, gw tetap bersyukur. Gw gak kenapa”. Dan gw masih dilindungi Allah dan orang” terkasih (my baa). Dan pastinya smua ini ada hikmahnya. Dan moga juga Desember Kelabu ini cepat berakhir. Karena banyak banget yang terjadi dan (harus) tercurahkan di bulan ini..

Dan kepada si Maling. Moga cepat tobat. Elo gak tau apa sekarang ini lagi musim bencana, tiba” besok gempa atau tsunami, dosa elo berlipat ganda! Huft…..

Yang Mau Aja…#Poker Chip# :p

Bingbu Net

Jual Chip Poker

5M = Rp 55.000,-
Paket 10M = Rp 100.000,-
Paket 20M = Rp 190.000,-
Paket 50M = Rp 450.000,-
Paket 100M+ = Contact me
(Harga bisa berubah sewaktu-waktu)

Spoiler for Rules pembelian paket ID:

N.B : Rules berlaku untuk semua jenis paket

Spoiler for Rules pembelian via table:

N.B : Rules berlaku untuk pembelian di atas 10M

Contact Person

0857 9313 6824

N.B : Klo YM off, sms/telf aja

Pembayaran

N.B : No rek bisa diminta di YM/sms/telf langsung .. Abaikan pesan sms/pm kaskus/pm ym dr nomor/ym selain di atas

Untuk kenyamanan & keamanan bersama gunakanlah Rekber

Menggemparkan Gempa

Media menjadi dua sisi mata uang yang dilema dalam memberikan informasi bencana. Apalagi memberitakan isu yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Menjadi kabar penakut, atau memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat.

“Kita mengolah isu menjadi suatu yang bermanfaat. Masyarakat harus diberikan fakta informasi, sehingga menepis isu, bukan sekadar termakan fenomena alam ataupun ramalan semata,” lontar Wapemred Nasrian Bahzein dalam diskusi di dapur redaksi menjawab pertanyaan Pemred Padang TV, Vinna Melwanti.

Bersama Wapemred Posmetro Padang, Hendra Efison, pemberitaan isu terjadinya bencana dengan kekuatan dahsyat memang menjadi liputan andalan. Apalagi masyarakat haus akan informasi kebenaran, sementara pemerintah sampai saat ini selalu terkesan reaktif dalam menghadapi penanganan bencana, sejak tahun 2005. “Harus ada satu sumber informasi. Pemerintah pun juga harus satu koordinasi dengan berbagai pihak, baik ahli, LSM maupun tokoh ulama,” sambung Rian.

Masyarakat pun harus cerdas dalam menghadapi isu. Apalagi sudah bukan hal yang baru, isu itu beredar melalui via SMS pasca tsunami Aceh, Pangandaran dan gempa Nias, warga memilih mengungsi besar-besaran ke tempat yang lebih tinggi.

Bahkan, himbauan Gubernur Sumbar, dalam jumpa pers yang digelar digubernuran, seolah tak mampu meredam isu yang menyebar luas di masyarakat. Tetap saja warga di zona merah memilih mengungsi, demi menyelamatkan diri dan keluarga.

“Namun terlepas dari isu tersebut, pemerintah seharusnya terus melakukan langkah-langkah mitigasi. Di kota Padang sendiri, jalur Alai-By Pass, yang digadang-gadang mampu menjadi jalur alternatif evakuasi jika terjadi tsunami, hingga kini masih terkatung-katung,” kata Soni Alis panggilan akrab Hendra Efison.

Proses pengerjaan terhambat, karena terkendala pembebasan lahan. Sementara itu jalur evakuasi di kawasan Kurao Pagang juga bernasib sama, belum kunjung selesai, karena tersandung persoalan hukum, akibat pembebasan lahan. “Belum lagi dana bantuan gempa tahun 2007 dan 2009 yang disunat dengan dalih administrasi oleh fasilitator. Jangan dibuat ini sebagai proyek, kasian masyarakat,” sambung Rian.

Program dapur redaksi yang ditayangkan setiap Sabtu pukul 20.00 WIB ini mengupas berita yang diangkat dalam seminggu, di Harian Pagi Padang Ekspres dan Posmetro Padang. Saksikan hanya di Padang TV. (vin)

Mau Dibawa Kemana Penanganan Bencana?

WAJAH Nasrian Bahzein dan Hendra Efison tampak serius berdiskusi di sudut ruangan redaksi. Keduanya semangat membahas managemen penanganan bencana yang kacau. Apalagi pemerintah seharusnya lebih belajar terhadap kesalahan koordinasi yang terjadi selama 5 tahun ini.

“Kesalahan pendataan, bantuan, bahkan publikasi selalu menjadi hal yang berulang. Anggaran pemerintah tak hanya tak pro bencana, namun daya serapnya pun memiriskan. Ada yang sepakat dengan saya?,” nimbrung Pemred Padang TV Vinna Melwanti dalam diskusi duo Wapemred Padang Ekspres dan Posmetro Padang itu.

Diskusi dalam dapur redaksi memang menjadi bagian penting dalam penyuguhan berita. Pengawalan serta penyuguhan data up to date menjadi hal yang tak bisa ditawar. Namun yang paling penting ialah solusi yang diberikan kepada pemerintah terhadap permasalahan bencana yang semakin akrab di ranah ini.

“Seharusnya pemerintah lebih transparasi memberikan keadaan yang sebenarnya kepada masyarakat. Sudah waktunya memperluas akses informasi, harus ada sms center, web center, lembaga pustaka hingga pusat pelatihan,” celetuk Hendra Efison sambil menyeruput kopi di atas meja.

Nasrian pun menyoal anggaran pusat yang besar seharusnya bisa diserap pemerintah daerah lebih maksimal. Implementasinya pun jangan hanya sebatas ceremony semata. “Kalaupun ada hanya simulasi ataupun seminar. Kita perlu lebih dari itu. Pelatihan dan SDM mitigasi personil yang minim harus segera ditingkatkan,” sambung Rian, panggilan akrab Nasrian.

Anggaran memang menjadi hal yang vital dalam managemen tanggap bencana. Terlebih ditemukan beberapa anggaran APBN yang hanya diserap 0 koma sekian persen saja. Bahkan ternyata ditemukan adanya program sistem komunikasi di kepulauan Mentawai sebesar Rp350 miliar dalam dana APBN Tahun 2009, yang hingga akhir tahun 2010 ini belum dikerjakan.

“Kita pun sepakat, bahwa media kini harus cerdas dalam memberitakan peristiwa bencana. Sudah saatnya, media tak memberikan pemberitaan kulit-kulitnya saja. Sehingga para wartawan kedepan, diberikan pelatihan mitagasi bencana dalam ,” tukuk Vinna mengakhiri diskusi.

Program dapur redaksi yang ditayangkan setiap Sabtu pukul 20.00 WIB ini mengupas berita yang diangkat dalam seminggu, di Harian Pagi Padang Ekspres dan Posmetro Padang. Saksikan hanya di Padang TV. (vin)

Padang TV Peduli

 Terjangan tsunami yang menyapu bumi sikerai 25 Oktober malam, menghentakan jiwa. Duka sepertinya terus menyelimuti Sumbar. Padang TV sebagai salah satu media di Sumbar terpanggil membantu sesama dengan membuka rekening peduli.

Bekerjasama dengan berbagai pihak, salahsatunya BNI, Padang TV membantu mengirimkan bantuan berupa logistik, diesel, tenda, tabung penampung air bersih, obat medis dan pakaian untuk korban Mentawai.

Bantuan pun diberikan secara berkala. Bantuan tahap satu dikirim melalui Kapal milik Asosiasi Kapal Pesiar Sumatera Barat. Sementara bantuan kedua melalui kapal sewaan PSKP Santo Yusuf. “Hal ini semata-mata beranjak dari rasa peduli terhadap sesama,” ujar GM Padang TV, Rita Gusveniza.

Sementara pola distribusi yang dilakukan pun dengan cara terkoordinasi. “Kita meminta bantuan Basarnas, Pol Airud, PMI serta marinir dalam mengawal bantuan ini. Sehingga diharapkan bantuan ini tepat sasaran,” sambung Ass Manager Produksi Tandri Eka Putra di sela sela kesibukannya mendata bantuan.

Program peduli ini dirasa perlu seiring minimnya bantuan yang diterima korban tsunami yang tersebar dengan lokasi yang berjauhan. “Apalagi di 55 dusun yang ada hanya sekitar 20 dusun yang baru terjangkau dan diberikan bantuan,” ungkap Ericka Marta, wartawan Padang TV yang meliput di lokasi bencana sehari setelah bencana terjadi.

Selain membuka posko bantuan peduli Mentawai dengan bekerjasama Riau Pos Grup, Paddang TV membuka Rekening BNI berbagi dengan No 01.56537821 atas nama PT Padang Media Televisi. Bagi masyarakat yang ingin mentalurkan bantuannya bisa mengirimkannya melalui media tersebut. Padang TV

Konser Amal
Sementara itu, Padang TV juga menggelar konser amal dalam event yang digelar Minggu (31/10) di lapangan Imam Bonjol. Konser amal untuk bantuan korban tsunami ini diisi dengan berbagai acara, seperti kontes dangdut dan juga lomba fashion anak.
”Acara yang disponsori Hayati ini juga akan disumbangkan kepada korban Mentawai,” ujar Manager Marketing Darmendra di lokasi.

Even yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga 18.00 ini juga bermaksud untuk memberi apresiasi kepada para pemusik dangdut di Sumbar yang belum mendapatkan wadah dalam menampilkan bakat mereka. Antusias pun terlihat dari peserta yang mendaftar sebanyak 35 orang.

Sementara sebelumnya, Padang TV juga menggelar lomba mewarnai tingkat TK yang diikuti oleh 9 TK di Kota Padang di Lapangan Imam Bonjol Padang, Sabtu (30/10). Dari 36 peserta, tampil sebagai pemenang Nisa TK Semen Padang juara 1. Disusul Hanif Rahmah Juara II dari TK permata Ibu serta Deni Ela Utami TK Negri Pembina. Padang TV Peduli, Padang TV Maju Bersama. (vin)

Bertabur Program Religi di Padang TV

Ramadhan yang sudah diambang pintu, akan kita sambut dengan suka cita. Hingga tak salah, Padang TV menyiapkan program unggulan untuk menemani para pemirsa melewati bulan penuh berkah 1431 H ini.

Tak hanya program relegius bernuansa lokal yang telah dirancang semenjak beberapa bulan lalu, kami akan hadir menyapa pemirsa setia Padang TV¸ lebih awal. “Selain itu ada program kepedulian terhadap fakir miskin, dhuafa yang akan dipersembahkan oleh Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kota Padang serta PKPU,” ungkap Manager Program Hendri Sulaiman.

Berbagai program seperti Rasaki Sahur, Rasaki Jalang Babuko, Hikmah Ramadhan, Tadarus, Intisari Kaji, Indahnya Kebersamaan, Drama Permata Nurani Islam, Safari Ramadhan dan Mata Hati. “Tak ketinggalan. Ulah kocak Yung Kandua dalam program Babuko Perai yang ditayangkan sesaat setelah buka puasa,” sambung Pemimpin Redaksi, Vinna Melwanti.

Ya, program Babuko Perai ini selain mendatangi berbagai menu khas penganan buka puasa juga akan mengajak pemirsa yang beruntung, untuk ikut bergabung dan makan perai bersama sang presenter.

Taburan hadiah pun juga akan menanti pemirsa. Seperti menemani waktu sahur. Tak hanya aksi kocak para presenter kondang Padang TV, namun juga berbagai hadiah akan dihadirkan untuk pemirsa dalam telefon interaktif. ”Tak ketinggalan bisa kirim-kirim salam juga,” seloroh Ujang D kirai.

Khusus di bulan ramadhan, memang dirasakan kru akan lebih berat. Karena jadwal siaran yang semakin padat. Apalagi akan mulai tayang dari pukul 02.00 WIB pagi. Namun, indahnya kebersamaan di bulan yang penuh berkah dan maghirah ini akan menghapus semuanya. Mari sama-sama kita raih kemenangan yang Hakiki. Padang TV, Maju Bersama. (vin)