Hadirkan Live Even Debat Kandidat Cawagub..

Komit sebagai TV saluran Pilkada, Padang TV menggelar acara debat kandidat Calon Wakil Gubernur Sumbar 2010 secara live, Rabu (14/6). Acara yang dihelat di Gedung Theater Taman Budaya Padang itu dikemas secara apik dengan konsep program unggulan Alek Demokrasi.

Dipandu master komunikasi Yuliandre Darwis, acara debat ini diwarnai dengan siraman pertanyaan tiga panelis yang ahli dibidangnya. Diantaranya, tokoh pers St Zaili Asril, pengamat Hukum Tata Negara Dr Asrinaldi serta Meiliarni Rusli pengamat sosial, agama dan budaya.

Ketiganya akan menggali pengetahuan dan juga komitmen para kandidat yakni Drs Husni Hadi SH, Drs H Aristo Munandar, Drs H Muslim Kasim Akt MM, Drs Asrul Syukur MM dan Drs Yohanes Dahlan Msi dibidang birokrasi. Masing-masing akan diminta pandangan terhadap tupoksi Wakil Gubernur dari berbagai sudut pandang ketiga panelis.

”Melalui tema ’Sinergistas birokrasi 2015’, kita akan melihat cara apa yg dipakai para wakil bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan secara maksimal. Tak hanya itu, dalam debat tersebut juga akan tergambar bagaimana tupoksi kerja para kandidat dalam memimpin staf dan pamong yang merupakan ujung tombak,” ungkap Pemred Padang TV, Vinna Melwanti usai kerjasama dengan KPU Sumbar, di KPU.

Acara selama 90 menit ini akan dihadiri semua unsur Muspida Sumbar dan Padang serta Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar. Seluruh Ketua KPU se kabupaten dan kota, serta Ketua Panwaslu. “Kami juga mengundang 25 tim kampanye dari masing-masing kandidat. Dimana kehadirannya akan digariskan dalam tata tertib yang sudah disepakati,” tambah anggota KPU Sumbar, Mufti Syarfie yang juga Koordinator acara Debat Kandidat.

Ditambahkan Mufti, debat kandidat secara live ini memang menjadi kebutuhan sosialisasi Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur yang diamanatkan KPU dalam UU No 22 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan pemilihan umum. Sehingga, Padang TV sebagai salah satu TV lokal dianggap kredibel untuk menggelar acara tersebut.

Harapan tersebut tentu saja disambut oleh tim Padang TV. Atas arahan General Manager Padang TV, Rita Gusveniza sebagai penanggungjawab, duo produser asal Jambi, Triyuliastuti dan Aries Purnomo digandeng menjadi produser on air dan off air. ”Kita hadirkan tiga segmen dalam acara ini. Para kandidat tak lagi menceritakan visi misi, namun mereka diminta pendapat terhadap persoalan Sumbar yang kita hadirkan dalam filler dilayar white screen di panggung,” tukas Wakil Pemred, Defri Mulyadi. Penasaran dengan acara debat kandidat Cawagub, saksikan saja secara live hanya di Padang TV. Maju Bersama. (vin)

Iklan

Kado dari Seorang Guru…

Saat Jam Berdentang
: kepada VM
Saat jam berdentang, waktu melintas, dan lagu happy birthday dinyanyikan, pernahkah sukma kita tiba-tiba berdesir, seakan ada sesuatu yang pergi dan tak kembali ?
Atau sebuah gairah seketika bangkit, dan membuat kita tersedak karena kehendak yang seakan meledak……….
Jangan menoleh ke lilin penanda usia yang baru kau tiup, tapi dengarkan kembali doa yang kau sisipkan diantara galau suara dan tepuk tangan
Menolehlah ke luar jendela, atau pintu beranda, karena di luar sedang berdiri hidup yang seakan mengulurkan tangan dan mengajak kau pergi kemana desah doamu tadi kau hembus…..
Usia seperti sebatang perdu yang tumbuh menjalar. Kita tahu dari mana akarnya bangkit dan membangun jejak, tapi kita tak tahu kemana pucuknya akan berakhir…..
Meski hidup adalah misteri, tapi kitalah yang mendisain keberuntungan kita…..
Hidup adalah renungan masa lalu, kata suara di rak buku, juga percakapan dengan masa depan, kta suara burung yang melintas. Dengarkanlah hati mu karena disitulah pucuk perdu usiamu bersembunyi menunggu sang WAKTU

Jakarta, 16 Mei

Menuju Sumbar 1…

Sebagai TV saluran Pilkada, Padang TV terus tampil menghadirkan informasi seputar penyelenggaraan pesta Demokrasi yang dihelat 30 Juni mendatang. Tak hanya seputar informasi tahapan, pergolakan politik, pengaruh ekonomi, namun juga harapan masyarakat terhadap calon kepala daerah.

Sehingga tak ayal, menjadi TV aleknya demokrasi Padang TV kedatangan para calon-calon Gubernur yang akan bertarung di kursi 1 Sumbar nanti. Salah satunya, Dirut PT Semen Padang Endang Irzal yang menyambangi Padang TV, Sabtu (1/5).

Bersama rombongan Demokrat, Endang membeberkan tentang pentingnya kehadiran TV lokal di Kota Padang. Media visual saat ini sangat berperan dalam mengawal pembangunan di Sumatera Barat.

“TV menjadi sarana yang efektif. Apalagi bisa menayangkan menayangkan program-program konten lokal yang mampu memperkuat pelaksanaan otonomi daerah dan masyarakat madani,” ujar Endang seraya mengaku tertarik dengan program Sumarak Kampuang Padang TV.

Audiensi yang berlangsung cair itu dihadiri GM Padang TV, Rita Gusveniza, Manager Program Hendri Sulaiman, Pemred Padang TV, Vinna Melwanti, Wapemred Devri Mulyadi serta Manager Marketing Darmendra.

Serta Sekretaris Tim Pemenang EI-AS, Gusfen Khairul, Ketua Media Center EI-AS, Oktaveri, Wakil Ketua Tim, Lilik Supardi, Korda Agam Syahrel Acin serta anggota Media Center Robi.

Dalam diskusi itu, Endang secara blak-blakan memaparkan tentang alasannya maju di pentas Pilkada 2010-2015. “Semua ini untuk pengabdian. Saya sudah 29 tahun bekerja di bidang profesional. Serta 7 Tahun mengabdi di Semen Padang. Semua pekerjaan dalam dunia yang terukur dan kompentensi. Dan saatnya saya ingin mengabdi untuk kampung halaman. Saya juga siap tidak populer,” kata putra daerah Koto Nan Ampek tenang.

Sosok yang murah senyum itu juga menyoal tentang keinginannya melakukan perubahan di Sumbar. Dimana semua prioritas kebutuhan masyarakat menjadi yang utama. “Mereka yang berkeinginan untuk memimpin Sumbar harus mengetahui landscape Sumbar dan segera melakukan recovery. Dan yang paling utama, siapa pun yang memimpin ialah mereka yang harus siap bekerja keras,” lanjut Endang sesaat sebelum mengunjungi studio dan dapur redaksi Padang TV. (vin)

Beda Suka, Sayang dan Cinta…

Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri..
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri..
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu..

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya, “Bolehkah aku menciummu..?”
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya, “Bolehkah aku memelukmu..?”
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya..

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jangan menangis..”
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama..”

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Ia sangat cantik dan menawan..”
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu..
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..”

Pada saat orang yang kau SUKAi menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya..
Pada saat orang yang kau SAYANGi menyakitimu, engkau akan menangis untuknya..
Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, “Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan..”

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus..
SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan..
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan..
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaanmu..

SUKA adalah hal yang menuntut..
SAYANG adalah hal memberi dan menerima..
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela..

Rutinitas bernama Audi..

Sejak kecil, aku punya masalah dengan rutinitas. Semasa bersekolah, aku sering bertanya-tanya sendiri: kenapa aku harus berada di tempat yang sama, pada waktu yang sama, dan pada hari-hari yang sama. Terus menerus? Akibatnya, aku sering membuat “variasi” sendiri, misalnya dengan bolos, nyemok, datang terlambat (didukung lagi oleh penyakit malas bangun pagi yang kronis). Itulah salah satu alasan utama memilih profesi yang aku jalankan sekarang. Profesi di bidang jurnalis memang cenderung berskema lebih chaotic, dengan pola waktu dan aktivitas yang berubah-ubah. Meski kadang menulis pun butuh rutinitas, tapi biasanya tidak berlangsung dalam waktu lama.

Namun, sekarang ada satu rutinitas baru yang tengah aku jalankan. Tentunya ini jadi fenomena langka. Sepanjang ingatan, tidak banyak rutinitas yang aku pilih melalui inisiatif sendiri, lebih banyak karena terpaksa (mis. sekolah). Rutinitas baru ini tak punya judul resmi. Berlangsung setiap malam. Yah, permainan game online yang ternyata mencuri perhatian, yakni Audition alias Audi.

Kegiatan itu sendiri sudah berlangsung sejak Desember Tahun 2008 di Jakarta. Dan, pengenalnya sendiri dari ponakan dan kakak ketika liburan di Jakarta. Namun baru terakhirlah aku muncul rutin di sana, ini pun sudah telah bahas, dalam tulisan pertama, Keranjingan Ayo Dance.

Kini, kegiatan itu berubah. Tak lagi sekadar berinteraksi dengan ponakan dan kakakku, kini juga sebagai ajang komunikasi dengan kekasih hati yang berhubungan jarak jauh (shy mode on). Bermain bersama sekaligus menjadi ajang penambah komunikasi kami.

Anehnya rutinitas ini menjadi bagian kehidupan. Tapi memang tak selamanya aku mencurahkan ke sana. Itu pun hanya ketika jenuh dan rindu yang mendera. Ya, jenuh dengan pekerjaan dan rindu dengannya.

Tak ada yang menyangkal, siapapun mempunyai sifat anak-anak dalam diri yang disalurkan pada sebuah permainan. Siapa bilang kalau orang dewasa, tidak memanfaatkan game dalam kehidupannya. Jika tidak, maka semua provider HP yang ada di dunia ini tak akan memasang fasilitas game dalam accesorisnya, begitupun dengan komputer dan notebook.

Kita pun tak bisa juga langsung mengklaim, jika kita punya hobi ini membuat langsung disebut anak kecil. Ini bukan suatu pembenaran, tapi begitulah adanya. Rutinitas ini pun, sudah jarang ku lakukan. Mungkin karena kondisi yang tak memungkinkan. Akses internet dan juga warnet game online yang langka karena gempa meluluhlantakan bangunan di Padang.

Kini rutinitas itu menjadi hal yang kurindukan. Meski tak terlalu menggebu-gebu, hanya merindu terhadap hal yang kucap sebagai rutinitas baru hidupku. ^^

Band Lokal Guncang Padang…

Riuh tepuk tangan membahana di pelataran Parkir Padang TV, tak kala Kadispora Padang Firdaus Ilyas melaunching komunitas band lokal Kota Padang dengan suara lantang, Sabtu siang (30/1). Pembentukan komunitas band lokal ini memang menjadi tujuan dari program baru Padang TV, 100 persen Band Lokal Padang.

“Kegiatan ini sebagai wujud apresiasi Padang TV kepada band lokal. Apalagi selama ini belum ada wadah untuk menampilkan grup band di Sumbar berkiprah,” ungkap Kadivre Riau Pos Grup, H St Zaili Asril saat menyampaikan sambutan.

Program spektakuler yang disiarkan secara live itu benar-benar memanjakan kawula muda. Ratusan penonton tumplek di Jalan proklamasi. Pelataran parkir Padang TV yang disulap menjadi panggung spektakuler, dipadati ratusan pengunjung. Bahkan, ada yang rela berdiri berpanas-panas di ujung jalan, hingga ditutupnya acara di malam hari.
“Tak hanya dari Padang, para peserta band juga datang dari Bukittinggi. Program ini terus dipertahankan agar barometer musik lokal di Sumbar makin berwarna,” kata General Manager Padang TV, Rita Gusveniza didampingi Pemred Padang TV, Vinna Melwanti.

Sebanyak 20 band tampil bergantian. Untuk penampilan siang hari tampil Malaleka, New Tiger Evolution, Patner Band, Pangeran, Social Departemen, Prifat Band, Topeng, Carvalizd, Disaster 7.6, dan The Wallet. Sementara untuk malam harinya, D’Dream, Panjura, Ardana, The Giving, Depati, D.Plust.09, Trivia, Flexio, G – force, Racer dancer dan Double Klik.

Tak hanya penampilan band, aksi cheersleaders dari SMA 3 Padang menghibur acara para kawula muda itu. Ditambah lagi parodi presenter kondang Padang TV, One, Upiak Sijontik, Yung Kandua, Kiki, Etek Ice yang membawa tema bahaya penyalahgunaan narkoba. Dengan menggunakan logat Minang Indonesia yang khas, penampilan mereka mampu mengocok perut para penonton.

“Kita janjikan acara ini makin heboh,” ungkap penanggungjawab acara, Darmendra yang didampingi produser 100 persen Band Lokal, Aries Purnama. Pagelaran ini disponsori BI, Dirjen Pajak, Dispora, LA Light, Flexi, BNK, dan Andre Salon. LA juga membuka stand yang atraktif.

Ketinggalan aksi hebohnya penampilan musisi muda dalam berkarya? Tetap kunjungi ramai-ramai di pelataran parkir Padang setiap Sabtu dua minggu sekali. Dan tentunya hanya di channel kesayangan 33 UHF, Padang TV maju bersama. (vin)

Planning 2010 dan Kegagalan 2009 …

Wah.. Sudah memasuki 2010. Banyak hal yang harus kulakukan dalam resolusi ini. Kebanyakan ini hanya pengulangan perjanjian di tahun yang lalu. Namun, gimana lagi. Ini hanya untuk me-remind diri bahwa perjanjian (kontrak) resolusi itu harus berjalan.
Ya, ini salah satu kontrak diri itu…Wkwkwk…Moga bisa terealisasi dengan konsisten hingga di ujung tahun.

1.  Lebih meluangkan waktu untuk keluarga
2.  Shalat 5 waktu, jangan bolong-bolong
3.  Menikah di tahun ini
4.  Bisnis Warnet!!
5.  Baca Alquran sesudah shalat magrib seperti yang dulu
6.  Tampil menjadi host di Padang TV (saatnya tampil)
7.  Senam Pagi
8.  Lebih banyak makan sayuran
9.  Belajar Masak ^_~
11. Tak marah-marah untuk hal yang perlu (hilangkan sensitif)
12. Rutin membuat anggaran pengeluaran
13. Lebih memperhatikan Penampilan
14. Tak lagi melakukan budaya ngaret
15. Kembali memantapkan bass atau instrumen musik lainnya
16. Belajar setir mobil kembali
17. Rutin membereskan kamar tidur dan menambah kenyamanan
18. Sediakan setiap hari buah n air di kamar
19. Menelepon semua teman-teman lama yang sempat terlupakan
19. Rutin membalas email atau SMS dari kawan
20. Lebih teratur melakukan creambath n luluran
21. Dont Be 2 Hard on Yer Self. Mulai berdamai dengan diri sendiri
22. Belajar mempergunakan
23. Setiap hari usahakan tidur 8 jam
24. Realisasikan pergi membawa mama refresing di hari Minggu
25. ETC…..