Riuh tepuk tangan membahana di pelataran Parkir Padang TV, tak kala Kadispora Padang Firdaus Ilyas melaunching komunitas band lokal Kota Padang dengan suara lantang, Sabtu siang (30/1). Pembentukan komunitas band lokal ini memang menjadi tujuan dari program baru Padang TV, 100 persen Band Lokal Padang.
“Kegiatan ini sebagai wujud apresiasi Padang TV kepada band lokal. Apalagi selama ini belum ada wadah untuk menampilkan grup band di Sumbar berkiprah,” ungkap Kadivre Riau Pos Grup, H St Zaili Asril saat menyampaikan sambutan.
Program spektakuler yang disiarkan secara live itu benar-benar memanjakan kawula muda. Ratusan penonton tumplek di Jalan proklamasi. Pelataran parkir Padang TV yang disulap menjadi panggung spektakuler, dipadati ratusan pengunjung. Bahkan, ada yang rela berdiri berpanas-panas di ujung jalan, hingga ditutupnya acara di malam hari.
“Tak hanya dari Padang, para peserta band juga datang dari Bukittinggi. Program ini terus dipertahankan agar barometer musik lokal di Sumbar makin berwarna,” kata General Manager Padang TV, Rita Gusveniza didampingi Pemred Padang TV, Vinna Melwanti.
Sebanyak 20 band tampil bergantian. Untuk penampilan siang hari tampil Malaleka, New Tiger Evolution, Patner Band, Pangeran, Social Departemen, Prifat Band, Topeng, Carvalizd, Disaster 7.6, dan The Wallet. Sementara untuk malam harinya, D’Dream, Panjura, Ardana, The Giving, Depati, D.Plust.09, Trivia, Flexio, G – force, Racer dancer dan Double Klik.
Tak hanya penampilan band, aksi cheersleaders dari SMA 3 Padang menghibur acara para kawula muda itu. Ditambah lagi parodi presenter kondang Padang TV, One, Upiak Sijontik, Yung Kandua, Kiki, Etek Ice yang membawa tema bahaya penyalahgunaan narkoba. Dengan menggunakan logat Minang Indonesia yang khas, penampilan mereka mampu mengocok perut para penonton.
“Kita janjikan acara ini makin heboh,” ungkap penanggungjawab acara, Darmendra yang didampingi produser 100 persen Band Lokal, Aries Purnama. Pagelaran ini disponsori BI, Dirjen Pajak, Dispora, LA Light, Flexi, BNK, dan Andre Salon. LA juga membuka stand yang atraktif.
Ketinggalan aksi hebohnya penampilan musisi muda dalam berkarya? Tetap kunjungi ramai-ramai di pelataran parkir Padang setiap Sabtu dua minggu sekali. Dan tentunya hanya di channel kesayangan 33 UHF, Padang TV maju bersama. (vin)







DAMN!!! Kecoa buntung, Kupu-kupu Malam, Kucing menggonggong, Ayam mengauuuuung, sumpah serapah gue hadirkan di siang ini buat Blog…Gue udah nulis panjaaaang dan lebar kira-kira 5,4 cm (alaaaah ini pelajaran matematika or Kimia sih!!) dengan gaya penulisan seperti penulis novel-novel terkemuka..


Alhamdulillah. Kata itulah yang pertama terucap di hari yang fitri ini. Bisa kumpul sama Mama, meski di Padang…Alhamdullilah, bisa merayakan Lebaran meski tercerai berai. Uda di Palangkaraya dan Uni di Jakarta.. Tapi kita semua masih lengkap. Aku pun masih diberikan kesempatan untuk mencicipi hari kemenangan di tahun ini. Terima kasih ya Allah. Semoga di tahun depan, bisa merasakan hal yang sama. Amin.
Yah. Ini bukan judul lagu. Atau sebuah puisi di siang hari. Namun memang kenyataan yang terjadi pada diri ini. Ah, Kalau ditilik, sudah lama aku tak menangis seperti ini. Dan sudah lama juga, hati ini ku tameng sedemikian rupa, agar tak menangis. Namun malam itu, semua pertahanan itu hancur. Hati ini menangis, jiwa itu meleleh. Aku menangis semalaman.
Assalamualaikum, semoga keselamatan atasmu tuan Ulama!




