Mengapa??

Mengapa harus ada mimpi
kalau akhirnya takkan terjadi

Mengapa harus ada hasrat
kalau akhirnya takkan tersirat

Mengapa harus kudekap harap
kalau akhirnya takkan tertangkap

Mengapa harus ada cinta
kalau akhirnya takkan tercipta

Mengapa harus ada suka
kalau akhirnya takkan bahagia

Ah tanyaku mengapa?

~~~~Padang (17/11/2009)

Usai bangun dari Tidur Panjang itu

Me And My Stupid Act..

beteeeeDAMN!!! Kecoa buntung, Kupu-kupu Malam, Kucing menggonggong, Ayam mengauuuuung, sumpah serapah gue hadirkan di siang ini buat Blog…Gue udah nulis panjaaaang dan lebar kira-kira 5,4 cm (alaaaah ini pelajaran matematika or Kimia sih!!) dengan gaya penulisan seperti penulis novel-novel terkemuka..

Ehh pas akan mau di Posting keluarlah bacaan ‘Page Cannot Display’, gue coba ‘Back’ — ‘Back’ again tidak menghasilkan apa-apa, gue ‘Refresh’.. Daaaan haaaassiillnya…Gue temukan blog dengan keadaan masih kosoong…..Aaaaarggghhh kesal rasanya menemukan curahan hati yang sebelumnya sudah ditumpahkan sampe banjir-banjir…Ke-BTan apalagi yang bakal menghiasi hari gue ini??

Mengenai ke-BTan, this morning, i did something stupid to my M**. Dasar lidah tak bertulang, Otak gak berpendidikan, Hati yang dipenuhi dengan bisikan setan. Kenapa gw gak bisa ngontrol emosi sich sekarang ini. Apakah semua ini akumulasi dari tekanan yang gw hadapin. Ah, ga tau. Kok makin keras sih, apa karena naungan bintang Taurus ini?..Hmmpffh…

Dan yang paling keselnya, gw juga menghancurkan laptop kesayangan disituasi yang tak terkendali itu. Laptop itu kebanting dan rusak. Yah, laptop yang gw beli dari hasil keringat sendiri..Sekesel-keselnya dan tersinggungnya diri ini, kenapa kok bisa berbuat nekat dan emosian kaya gini sih. (aaaa pak..pok..pak..pok..menghakimi diri sendiri). Forgive me M** i shouldn’t act like that.

N Tentang curhatan yang hilang…Males buat dibahas. Dah hilang mood. Hilang semuanya…Dah segitu aja…

“Orang Miskin” yang Kaya Hati

ANTO

Kenangan Bersama Anto saat demo Jurnalis di Jalan..

Setiap bertemu dengan sosok pria yang mengaku jelmaan Kick Andy itu, aku selalu tersenyum. Selain karena ia yang murah senyum, Anto selalu menungguku memanggilnya ‘orang miskin’. Ketika panggilan itu terlontar, baru ia puas dan kembali tersenyum ramah.

Yah, sebutan website blognya (http://orangmiskin.wordpress.com/)yang mengaitkanku secara emosi dengannya. Anto selalu menyemangatiku untuk selalu menulis yang baru di blog ku sendiri. “Menjadi jurnalis apapun jabatan, kalau lupa menulis, itu sama saja mengkhianati profesi,” ungkap Anto yang selalu kukenang.

Kami pernah terlibat obrolan serius ketika pergi kunker bersama saat April 2007 lalu ke Jakarta. Ia punya ambisi. Ia punya cita-cita. Dan ia punya cinta. Semuanya diceritakan secara tenang. Yah, dia memang pribadi yang tenang dan penuh perhitungan. Dia pula yang mengajakku bergabung dengan AJI. Ah, Anto dia memang teman jurnalis yang memotovasi.

Kini ia telah pergi dipanggil Tuhan yang Maha Kuasa, Kamis (15/11) pukul 22.30 WIB. Sebutan yang selalu ingin dia dengar, tak bisa lagi kulontarkan. Karena, ia bukan orang miskin, namun Anto orang kaya. Ia kaya ilmu, kaya teman dan mempunyai kekayaan hati yang paling dalam. Selamat pergi kawan. Semua motivasi dan dedikasimu selalu kukenang. (vinna melwanti)

Sumbar Menangis..

gempaaaaa

berusaha lari, tapi naas tertimpa bangunan..

Tuhan, kau ambil seujung kuku milikmu membuat kami terpana. Kau jemput punyamu menyentakkan kami. Kau guncang bumimu membuat kami mengerang, merintih tak berdaya.. Innalillahi Wainna Illaihi Raji’un..

gempaaa

kawasan pondok yang luluh lantak akibat gempa..

Mulai dari 0 Lagi Yaa…

lebaranAlhamdulillah. Kata itulah yang pertama terucap di hari yang fitri ini. Bisa kumpul sama Mama, meski di Padang…Alhamdullilah, bisa merayakan Lebaran meski tercerai berai. Uda di Palangkaraya dan Uni di Jakarta.. Tapi kita semua masih lengkap. Aku pun masih diberikan kesempatan untuk mencicipi hari kemenangan di tahun ini. Terima kasih ya Allah. Semoga di tahun depan, bisa merasakan hal yang sama. Amin.

Tapi yang pasti, akhirnya sampai juga di hari kemenangan. Ya, kemenangan atas segala sabarku. Kemenangan atas tegarku. Kemenangan atas asaku. Aku pantas mendapatkan hadiah. Yakni menjadi Vinna yang baru. Perbaiki iman. Perbaiki diri. And I will survive. Buat semuanya. Selamat bermetamorfosis dalam kepompong Ramadhan. Semoga dapat berubah menjadi “Kupu2 yang Indah”. Kita mulai dari 0 lagi ya…

Menangis Semalam

menangisYah. Ini bukan judul lagu. Atau sebuah puisi di siang hari. Namun memang kenyataan yang terjadi pada diri ini. Ah, Kalau ditilik, sudah lama aku tak menangis seperti ini. Dan sudah lama juga, hati ini ku tameng sedemikian rupa, agar tak menangis. Namun malam itu, semua pertahanan itu hancur. Hati ini menangis, jiwa itu meleleh. Aku menangis semalaman.

Mungkin yang menjadi penyebab tak usah dijelaskan. Tapi yang pasti garis besar masalah hati, suatu kekecewaan yang tak diinginkan. Saat hati ini menginginkan suatu dan menyadari sesuatu, namun dihempaskan dengan keras. Kecewa, sakit dan menyesal. Hingga akhirnya perih itu berubah menjadi tangis.

Entah sudah berapa lama aku tak menangis. Selain bukan seorang wanita yang gampang menitikan air mata, juga berbagai cobaan di diri tak pernah kulalui dengan tangisan. Di teror seseorang, kabar kematian saudara, ataupun kisah percintaan yang berakhir pilu, tak membuatku menangis sesegukan seperti tadi malam.

Terakhir yang ku ingat, diri ini menangis, ketika kakakku yang laki-laki menikah dengan wanita yang semula memang tak kuinginkan. Menangis hingga sehari penuh. Tak terima dan perasaan sakit hati, berkecamuk hebat. Nah itu pun, sudah 2 tahun lamanya.

Aku sendiri bertanya-tanya, kenapa bisa menangis saat itu? Kemana sosok seorang Vinna yang tegar? Apakah kerapuhan ini sosok aslinya? Atau hanya suatu akumulasi tegar yang berkumpul dan ditahan selama ini, meledak seketika. Ah, aku tak tahu jawabnya.

Namun yang pasti, pagi harinya aku menarik kesimpulan. Bahwa menangis itu perlu. Menangis akan membersihkan mata dari segala bentuk racun atau debu yang menempel padanya.

Dengan menangis, perasaan emosi, rasa sedih, marah, dan perasaan-perasaan lain yang seringkali menimpa manusia akan lebih terjaga.

Dan dengan menangis, kita menjadi tahu perasaan kita sebenarnya. Dan juga lebih berhati-hati untuk kedepannya.

Surat Terbuka untuk MUI..

facebook-and-ownerAssalamualaikum, semoga keselamatan atasmu tuan Ulama!

Perkenalkan, nama saya Ade Alifya, muslim, perempuan tidak berjilbab, berusaha untuk disiplin sholat, berusaha berpakaian dengan baik, tidak merokok, menjaga diri dari maksiat dan narkoba, berbakti pada orang tua dan menggunakan facebook!

Tuan Ulama, belum habis kecewa saya terhadap keputusan yang anda hasilkan di kampung saya yang mengharamkan rokok dan golput pada pemilu, anda kembali membuat saya kecewa!

Saya tidak akan memprotes anda dengan hadis-hadis shahih, karena andalah jagonya, Tuan! Saya hanya akan mengajak anda melihat mudarat dan manfaat.

Dulu waktu SMP, saya punya sahabat pena, karena pindah dan hal-hal lain, komunikasi terputus. Dan tebak, saya menemukannya kembali di Facebook. Saya punya paman seorang penulis, kami jarang sekali bertemu, bahkan hanya sekali lima tahun, padahal saya selalu membaca karya-karyanya, tapi saya benar-benar jarang berkomunikasi dengannya. Anda tahu, Tuan Ulama, Facebook mempertemukan kami.
Ada banyak kisah seperti itu yang terjalin antara saya dan facebook yang saya miliki. Bukankah Baginda Rasul menganjurkan menjaga silaturahmi? Apakah saya salah untuk hal ini?

Belum lagi rekan-rekan saya yang menghemat dananya mengumumkan sesuatu di facebook, dia tidak perlu beli pulsa, dia tidak perlu bertemu langsung, tapi dia cukup mempostingnya di facebook dan informasi tersampaikan.

Anda tahu, Tuan-Tuan Ulama yang terhormat, banyak mereka yang tidak beruntung dari segi ekonomi, harus berjibaku kuliah sambil kerja agar tetap bisa mengecap eklusifnya dunia kuliah, mereka berbisnis, membuat baju kaos dengan print out pesanan, mereka pasarkan di facebook. Hanya perlu beberapa menit dan merogoh kocek seribu rupiah, produk mereka diketahui publik, pemasaran yang efektif dibanding iklan di media yang tak sanggup mereka bayar. Anda tahu Tuan Ulama, di list friend saya, ada mahasiswi yang memasarkan jilbab, pin-pin lucu, gamis dan baju koko. Bukankah Sang Khalik meredhoi mereka yang berusaha keras dan tidak berpangku tangan?

Dan ada ratusan kisah seperti ini, mereka yang berbagi karya, berbagi cerita dan ispirasi, berbagi nasehat, lewat situs yang sebentar lagi akan Tuan fatwakan haram!

Saya mencoba memahami alasan anda, Tuan! Facebook membuat kami candu, sehingga lupa waktu, lupa sholat?  Ah, banyak hal yang membuat manusia lalai sholat : TV, game, buku, tidur, bahkan pekerjaan. Lalu apakah anda juga akan mengharamkan itu?

Facebook membuat hubungan lawan jenis menyimpang, ada ghibah, dan bisa menimbulkan fitnah? Ah, anda benar-benar belum menganggap kami penguna facebook sebagai pribadi yang mampu membedakan yang baik dan buruk. Situs ini hanyalah satu dari sekian banyak yang akan menjadi sumber kemaksiatan jika kami mau. Lebih baik mengirim cerita porno lewat email Tuan, dari pada menguploadnya ke facebook, lebih intim dan tidak dibaca banyak orang. Lebih baik mendownload film biru di situs download gratis dari pada di facebook, karena lebih bervariasi (ah, saya juga tak yakin, adakah yg pernah mendownload/upload film biru di facebook?)

Lalu, kalau demikian, internet ini penuh maksiat Tuan, penuh mudarat,apakah juga akan diharamkan?
Dan jadilah kami sebagai generasi bodoh karena TV tak mampu lagi puaskan keinginan kami mengetahui dinamika  dunia karena terlalu disibukkan dengan sinetron lebay dan gosip artis kawin cerai.

Nah, sekarang coba pahami alasan saya, Tuan Ahli Surga. Saya ajak anda duduk bersama, mengobrol bersama dan longoklah facebook saya dan teman-teman saya (jangan seperti kejadian lembaga anda dan film perempuan berkalung sorban yang anda sebut menyesatkan umat tetapi anda tak pernah dan tak mau menontonnya!)

Di facebook saya, ada jurnalis berbagi cerita peliputan, ada penulis mempublikasikan karya barunya ke khalayak, ada anggota KPU yang mengetengahkan persoalan pemilu ke ranah diskusi, ada caleg yang promosi programnya untuk rakyat, ada teman yang sedang bersedih, ada rekan yang mengumumkan pernikahannya, ada mahasiswa yang sedang curhat pusing karena tugas, ada, ah begitu banyak, mereka yang mondar-mandir di situs ini.

Baca Lanjutannya…

Gempa dan Perhatian Itu…

Gempa kembali mengusik perhatian. Entahlah kenapa diri ini kembali pesimis. Gempa dan isu tsunami yang menghantui kota Padang menjelang awal ramadhan ini, sempat memainkan khayalku. Sampaikah aku bertemu lebaran  tahun ini? Ditambah pula dengan goncangan batin yang (masih) menggoda semangat hidupku. Ah, Benar-benar masa yang sulit.

Tapi dibalik ketakutan, kepanikan dan tekanan perasaan saat kerja dan melakukan aktivitas….Ternyata gempa juga memperlihatkan siapa (mereka) yang benar-benar peduli kepada keselamatan kita… Terlihat siapa teman dan siapa yang selama ini hanya sebatas kata…

Suatu perhatian disaat manusia saling berusaha menyelamatkan diri, namun punya waktu untuk tetap memikirkan orang lain..

Terimakasih terhadap mereka yang masih peduli…Terima kasih, untuk perhatian yang kunilai sangat tinggi dan membuatku tak sendiri menghadapi cobaan ini…Trims..

Hingga kemarin, gempa susulan masih terus ”meneror” masyarakat Sumbar. Hingga pukul 23.00 WIB tadi malam, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi gempa di atas 5 Skala Richter sebanyak 15 kali dan di bawah 5 SR sebanyak 742 kali.

Terakhir terjadi pukul 16:29 WIB, tepatnya di 1,45 Lintang Selatan-99,84 Bujur Timur atau 79 kilometer badat daya Kota Padang dengan kedalaman 10 kilometer. Selain itu di bawah perairan Mentawai, kemarin juga terjadi gempa di 19 kilometer barat laut Sinabang, Nanggroe Aceh Darussalam dan 101 kilometer Tanahbala, Sumatera Utara..

Jenuh…

Pernahkah merasa waktu itu berjalan lebih cepat. Rutinitas benar-benar memburu waktu. Kadang dalam satu hari tak dirasakan kualitasnya. Kadang satu hari menjenuhkan. Kadang muak melakukan semuanya berulang-ulang.

Meski dalam 1 hari tantangannya berbeda. Meski hari itu berwarna. Tapi tetap saja rasanya monoton.Ah. Perlukah ada yang harus diubah. Perlukah kegiatan itu diganti?

Kenapa seperti menunggu seseorang untuk mengubah. Mengapa perlu menunggu uluran tangan untuk mengeluarkan dari kubangan kejenuhan.
Bukankah kita sendiri yang merasakan. Bukankah kita sendiri yang mengetahui batasan itu. Ah. memikirkan jalan keluarnya saja sudah jenuh. Heuu..Aku Jenuuuh…

Sudahlah. Kita Tak Ingin Ruwet…

SBY-Saya-Bukan-Nakut-NakutiBom yang saat meledak di Hotel JW Mariot dan Ritz-Carlton juga meledakan amarah SBY. Reaksional SBY yang membara malah membawa reaksi yang lain. Kemarahan dan kegeraman SBY dianggap berlebihan. Petinggi negeri yang menyebut adanya eskalasi politik yang sedang tinggi, malah membuat perang antara elit politik.

Mega-Prabowo pun terpancing emosi. Saingan pasangan capres itu tak terima dengan tudingan SBY. Apalagi, foto yang diusung SBY—-tentang dirinya menjadi sasaran target teroris—-merupakan foto tahun 2004. Ini tentu saja menimbulkan kesan, SBY seakan-akan memanfaatkan momentum bom ini untuk menembak lawan politiknya.

Kita semua tentu tak ingin, pernyataan tersebut menjadi bola panas yang membuat negeri ini—-yang sudah menderita—-semakin menderita. Kita juga tidak ingin ada persoalan baru di negeri ini. Ledakan bom saja sudah memunculkan trauma mendalam. Kenapa harus ditambah dengan masalah pernyataan yang menjadi bahan perang elit politik.

Tidak ada salahnya bila Presiden mengklarifikasi pernyataan itu. Atas nama kearifan, SBY sebagai kepala negara harus menjelaskan duduk permasalahan, sehingga tidak menjadi bola liar. Dan tentunya pula, tidak menjebak rayat dalam isu-isu politik. Jadi sudahlah. Kita Tidak Ingin Bertambah Ruwet. Sudahlah.

Mbah Surip; Kreatif atau Hoki

mbah_surip-tak_gendongApa yang menarik dari Mbah Surip? Tertawanya? Liriknya yang hanya dibolak-balik? Klipnya yang seperti Casper, setan lucu dan superusil? Mungkin semuanya, mungkin tidak semuanya. Tapi, yang jelas ring back tone (RBT)-nya sudah tembus Rp 5 miliar. Anak-anak kecil hafal lagunya. Maia Estianti juga tergila-gila. Benar-benar fenomenal.

Mbah Surip (maaf ya), wajahnya tidak layak jual, suaranya pas-pasan, liriknya minta ampun sederhana banget. Mau tahu lagu kedua yang akan digenjot di TV? Bangun Tidur, Tidur Lagi, Bangun Lagi, Tidur Lagi, Kalau Lupa Bangun, Tidur Lagi. He he he, lucu memang. Apalagi, kalau membayangkan wajah penyanyi yang sudah berumur 60 tahun itu. Lalu, mengapa berhasil? He is lucky. Absolutely No. Kita yang biasa bekerja berkeringat tidak senang mendengar kata-kata lucky, mujur, dan nasib baik. Memang ada faktor keberuntungan pada setiap keberhasilan, tapi tentu tidak ada sukses yang tidak direncanakan. Tidak ada kemenangan tanpa strategi, kata Sun Tzu. Kerja keras, pantang menyerah, persistent (teguh), dan strategi mengeksekusi pada momen yang tepat menjadi kunci sukses keberhasilan ini. ***

Perjuangan gigih itu pernah dilakukan Mbah Surip. Lagu Tak Gendong tersebut sebetulnya sudah dibuat pada 1983 atau 26 tahun lalu, saat dia bekerja di pengeboran minyak di Amerika. Begitu pulang, dia menawarkannya ke industri musik. Mbah Surip, konon, telah mengirimnya ke Sony BMG, Musika, dan Nagaswara. Ketiganya menolak. Dan, kalau faktor luck, inilah keberuntungan Mbah Surip. Dia bertemu Falcon Music. Dia datang ke Jalan Duren 3, Jakarta, markas Falcon Enterprise, naik motor tua yang dimodifikasi.

”Saya punya lagu bagus,” kata Mbah Surip. Lalu, lagu itu dipertontonkan kepada Naven, bos Falcon. Reaksinya? ”Boleh juga. Saya mau,” katanya. Mbah Surip kaget. Kontrak pun diteken. Setelah ditunggu-tunggu, lagu itu ternyata tak kunjung muncul di TV. Bahkan, klip video pun belum dibikin. ”Saya sengaja tahan,” kata Naven. ”Sebab, setahun lalu, lagu-lagu yang hit selalu bertema cinta dan mellow,” ujarnya. Lalu, datanglah grup band Kuburan yang juga fenomenal dengan lagu andalannya, A Minor D Minor, yang semua pemain memupuri wajahnya serbaputih itu. ”Ini waktunya,” kata Naven. Pria 38 tahun keturunan India tersebut segera mengaransemen Tak Gendong ke Mana-Mana ke beat anak muda dengan klip yang asyik.

Promo klip pun dipasang di mana-mana. Keunikan dan kebaruan yang diperkenalkan kepada penggemar musik pada saat pasar menantikan jenis kreativitas itulah yang juga berkontribusi pada kesuksesan. Langkah Naven untuk menunggu pada saat pasar benar-benar menantikan tentu bukan tanpa perhitungan. Penerimaan produk yang inovatif bisa kurang bagus pada saat konsumen tidak benar-benar membutuhkan. Kini lagu Mbah Surip meledak, laris, populer, dan menjadi word of mouth. Hampir semua TV yang punya acara live music pop mengundangnya. Dia disuruh menyanyi, disuruh bercerita. Tapi, Mbah Surip tetap Mbah Surip, lebih banyak diamnya. Atau, kalau sudah muncul mood-nya, ceritanya ke mana-mana. Itulah bisnis. When the moment comes, exploit it. Maka, Bangun Tidur, Tidur Lagi pun sudah beredar di radio-radio. Baca Lanjutannya…

Muda Diayomi, Lama Diperbarui…

IMG_2069Selalu ada yang baru di Padang TV. Kalaupun tak ada yang baru, program yang ada, harus diperbaharui. Semangat inipun diusung para produser Padang TV dalam mensupervisi beberapa programnya. Seperti Dialog Malam yang kini wajah presenternya mulai berlainan. Sebut saja Defri Mulyadi, Irza Nelvi Kartika, Tri Yuliastuti hingga Pemred Two Efly sendiri menghiasi program andalan redaksi yang tayang pukul 21.00 WIB tersebut.  “Sabar. Waktunya pasti akan datang kok,” ujar Wapemred, Vinna Melwanti sambil tersenyum menjawab semua lirikan mata para awak redaksi yang memintanya untuk segera tampil menjadi presenter di program tersebut.

Ya. Selain perubahan dari presenter yang notabene para awak kru redaksi, program dialog juga berubah dengan kehadiran Alek Pilpres pada jam tayang yang sama. Alek Pilpres mengakomodir tentang gegap gempita Pilpres dalam pemikiran masing-masing tim sukses. Dengan dipandu oleh Pemred Two Efly, acara ini diharapkan bisa seakbar program sebelumnya, Alek Demokrasi.

 Hal yang baru juga terjadi di Kota Bukittinggi. Tri Arga TV yang merupakan perpanjangan Padang TV di Kota wisata itu, sibuk mempersiapkan sejumlah program dan konsep baru. “Program acara redaksi Tri Arga tv, akan mewarnai tayangan layar kaca masyarakat di daerah Luhak. Tentu saja dengan muatan informasi yang berkonten lokal, cepat dan akurat,” ungkap Kepala Biro Bukittingi Lady Marsia.

Wajah dan semangat baru juga hadir pada jajaran wartawan Padang TV. Kedatangan Siska Amalia, Rio Johanes, Musfa Hengki, Heny Sartika, Idham Fadil, Hendra Alfratama, Febri Akmal dan Rina Puspita membuat warna baru di tubuh redaksi. Kehadiran mereka yang satu bulan lebih itu memang sedang mencari jati diri reporter dan menyesuaikan dengan irama kerja. “Mereka perlu diayomi. Kita hadirkan hal tersebut dalam rapat gabungan hari Jumat dengan pola yang berbeda,” pungkas Tandri Eka Putra yang mengomandoi para wartawan. Ya memang, kini saatnya Muda Diayomi dan Lama Diperbaharui. Padang TV maju bersama. (vin)

Music Versus Magic…

acara_dahsyat_RctiMelihat beberapa tayangan TV saat ini, entah apa yang ada di benak para kreatif program TV swasta. Entah latah, sedang mengikuti tren, atau memang sedang sengaja membawa para penikmat TV menjadi terkonsentrasi terhadap dua segmen tertentu.

Yap. Music and Magic. Dua program yang saat ini sedang gencar-gencarnya menggempur selera para penikmat TV. Beberapa acara itu mereka kemas sedemikian rupa secara running atau berkelanjutan. Setiap hari dan berjam-jam.

Penikmat TV pun terbius. Para kreatif program makin menggila. Tentu saja para Pemain Band dan Ilisionis makin panen order. Tapi adakah yang memikirkan dampak penikmat TV. Yang kini terbius dengan berbagai aksi dan terbuai mimpi? Secara tak langsung, sasaran yang empuk adalah para remaja. Tentu saja, segmentasi kedua program tersebut memang kalangan remaja. Mereka yang rentan terhadap sesuatu yang disuguhi secara terus menerus. Hingga akhirnya menjadi Holic and addicted terhadap music and magic.

04732-dedy-corbuzierKalau bisa kita lihat, beberapa tayangan di TV yang sudah (terpaksa) familiar di mata kita, seperti Dahsyat (RCTI), Derings (Trans TV), The Master (RCTI), Ajang Musik Dangdut (TPI), Hot Spot (Trans 7), Demian (antV), Sulap Cilik (TPI), Hip Hip Hura (SCTV), Inbox (SCTV), Idola Cilik, belum lagi ditambah dengan music yang dikemas dalam acara kuis, Mising Liric (Trans TV) dan lainnya…

Setiap tayangan pun selalu ditambah durasinya. Makin pagi hingga Makin malam. Mereka bersaing mencuri perhatian para penikmat TV lewat tayangan out door dan di siarkan secara live. Bisa dibayangkan order para pemain band dan ilisionis, meningkat tajam. Setiap hari dan setiap waktu. Heuuu…

Terlepas dari itu semua, apakah dua program itu sedang bersaing. Sedang perang mencari kubu dan komunitas. Dan siapa diantara mereka yang akan unggul? Namun yang jelas dan sudah pasti kalah adalah para mental remaja. Holic dan pemimpi terhadap keduanya. Hmmm…Magic versus Music.. Tak dipungkiri, keduanya memang tren TV tahun ini.